117-0000-778894 Bank Mandiri Cab. Jakarta Taman Kebon Jeruk
BCA Cabang Utama Puri Indah : 288-3333-888
atas nama PT Media Televisi Indonesia
Polusi Udara Akibatkan Hipertensi
MICHIGAN - Menghirup udara berpolusi selama lebih dari dua jam bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi atau yang akrab disebut dengan hipertensi. Selain itu, hal ini juga memicu peningkatan risiko penyakit jantung.
"Meski tidak berpengaruh banyak bagi orang yang sehat, tetapi peningkatan ini bisa memicu serangan jantung dan stroke pada mereka yang mengalami gangguan jantung," kata Dr Robert D Brook dari University of Michigan, seperti dikutip dari WRCB TV , Rabu (16/9/2009).
Hasil studi yang melibatkan 83 partisipan ini menyebutkan, satu dari tiga orang Amerika menderita tekanan darah tinggi. Para peneliti menganalisa keadaan partisipan ketika mereka menghirup udara tercemar buatan yang diciptakan sama dengan udara berpolusi di jalan raya kota.
"Kami mengamati kondisi pembuluh darah dan respon mereka sebelum serta sesudah menghirup udara yang tercemar," kata co-author yang mendampingi penelitian Brook, Robert Bard.
Dalam studi ini ditemukan bahwa menghirup udara yang berpolusi menyebabkan peningkatan kadar tekanan diastolik atau angka bawah pada indikator tekanan darah meningkat dalam waktu dua jam. Selain itu, kerja pembuluh darah juga terganggu dalam kurun waktu yang sama.
Hasil tes menunjukkan, partikel-partikel mikroskopik di udara lah yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gangguan fungsi pembuluh darah.
"Jika tingkat pencemaran udara semakin tinggi, mereka yang berpenyakit jantung, diabetes atau paru-paru sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan," kata Bard memberikan saran. (rah)